4 views

Persiapan Qurban Jual Kambing Rp 1,65 Juta, Bobot 30-40 Kilogram

Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui program Global Qurban berupaya menyalurkan hewan qurban ke seluruh penjuru dunia. Program ini juga bertujuan mempermudah masyarakat yang ingin berqurban, dengan cara menyajikan harga kambing terjangku, dengan kualitasnya baik sesuai standar syariah.

berkesempatan berkunjung ke Lumbung Ternak Wakaf (LTW), peternakan kambing di bawah binaan ACT di Kecamatan Sambong, Blora, Jawa Tengah, Kamis (11/7). Di situ, bisa dilihat cara beternak kambing qurban, mulai pembibitan hingga fattening atau penggemukan.

Tahap pertama yakni pembibitan, di sini induk betina dikawinkan dengan kambing jantan. Sebelum dipindahkan ke kandang penggemukan, anak kambing biasanya berbobot sekitar 15 kilogram (kg). Biasanya saat proses pembibitan ini, kambing lebih banyak diberi pakan rumput.

Setelah mencapai bobot yang dibutuhkan, anak kambing atau bibit dipindah ke kandang penggemukan. Di sini kambing digemukkan sampai pada bobot minimal yang disyaratkan untuk kurban, yakni 27 kg.

Wage, 50, salah seorang pemelihara kambing penggemukan mengatakan, berternak kambing harus diawali dengan bibit yang bagus. Kemudian dibantu okeh makanan yang berkualitas.

“Berprotein, tapi proteinnya tidak terlalu banyak. Kalau proteinnya terlalu banyak, itu akhirnya ke gajihnya banyak,” ujarnya.

Selama proses penggemukan, kambing tidak hanya diberi pakan rumput, melainkan ada campuran bahan lainnya. Di antaranya rumput odot, kangkung kering, kulit kacang, kulit kedelai, patul, dan bulir kacang.

Selama proses ini, hewan diberi makan dua kali sehari. “Pagi makan jam 5-6 terus istirahat. Sore makan lagi jam 4,” tambah Wage.

Dalam sehari, kambing yang berjumlah ribuan membutuhkan 30 tong pakan untuk dua kali makan. Satu tong pakan kurang lebih 40 kg. Artinya, dalam sehari untuk pakan saja bisa mencapai 1,2 ton.

Aspek kesehatan kambing juga diperhatikan oleh para peternak. Ada tenaga medis yang rutin melakukan pemeriksaan.

Hal ini untuk mencegah ada hewan mati, maupun terjual dalam keadaan sakit. Kambing-kambing ternak juga dimandikan minimal 2-3 kali dalam sebulan, tergantung kondisi cuaca.

Sebab, setelah dimandikan, kambing-kambing harus dijemur di bawah sinar matahari. Proses penggemukan sendiri biasanya memakan waktu sekitar 8 bulan.

Selama rentang waktu tersebut, kambing bisa mencapai bobot 30-40 kilogram. “Tergantung pakan juga, kalau pakannya bagus, ya bagus cepat gemuk,” lanjut Wage.

Di peternakan yang diurusnya hanya ada jenis domba ekor gemuk. Setiap tahun, peternakan ini bisa menjual ribuan kambing qurban.

Ramainya penjualan hewan qurban berdampak terhadap perekonomian warga sekitar. Perlahan penyerapan tenaga kerja membuat warga memiliki penghasilan untuk menghidupi keluarganya.

Alhamdulillah bisa nyekolahin anak sampai SMA. Terus (anak) yang pertama bisa kuliah. Yang kedua ini kuliah juga di Semarang,” ungkapnya.

Wage bercerita, sebelum mulai beternak kambing qurban pada 2010 silam, ia adalah seorang petani. Ia pribadi merasakan keuntungan yang lebih besar dengan beternak kambing qurban. Apalagi, jika bisa menjadi peternak berprestasi.

“Saya tahun 2016 itu dapat umrah, dihadiahi umrah dari LTW,” katanya. Pemberian hadian umrah itu karena Wage dianggap berprestasi dalam mengelola ternak kambing qurban.

Kandang penggemukan Lumbung Ternak Wakaf (LTW), peternakan kambing di bawah binaan ACT di Kecamatan Sambong, Blora, Jawa Tengah, Kamis (11/7).

Manajer Komunikasi ACT, Lukman Aziz membenarkan, lembaganya memang memberikan hadiah umrah bagi peternak berprestasi. “Tahun kemarin (2018) 4 peternak dari Blora yang dihadiahi umrah,” ujarnya.

Adapun syarat yang harus dipenuhi yakni tidak ada kematian hewan ternak selama satu tahun. Selain itu, bobot hewan kurban wajib di atas 27 kg per ekornya. Dan, beberapa syarat lainnya.

Aziz menjelaskan, di Blora ada 9 desa binaan LTW, 42 peternak yang diberdayakan, dengan total 792 jiwa penerima manfaat. Lahan yang dikelola seluruhnya 32 hektare (ha). Jumlah kambing yang tercatat pada 2019 mencapai 11.926 ekor, dan sebanyak 5.104 di antaranya siap diqurbankan.

Sementara itu, Presiden Global Qurban Hafit Timor Mas’ud mengatakan, pihaknya menawarkan harga daging kurban terjangkau. Bahkan, harga yang ditawarkan di bawah harga pasar.

“Di sini udah ada (kambing) yang 30 kg dan 40 kg dengan harga Rp 1,65 juta,” kata Hafit. Tahun ini dia menargetkan 7-10 ribu kambing dari Blora untuk dijual ke pasaran.

Menurut pengalamannya, pembeli akan banyak berdatangan mencari hewan qurban pada dua pekan jelang Hari Raya Idul Adha. “Itu yang memang perlu didukung biar belinya tidak buru-buru. Sebab otomatis persebarannya nanti akan sulit. Dengan mengedukasi jauh-jauh hari akan lebih mudah,” sambung Hafit.

Sesuai tradisi Global Qurban, hewan qurban tidak hanya disalurkan untuk wilayah dalam negeri di 34 provinsi Indonesia. Melainkan akan dikirim pula ke luar negeri, terutama negara-negara miskin, maupun yang tengah berkonflik. Tahun ini Global Qurban menargetkan 100 ribu hewan kurban untuk disalurkan baik di dalam maupun luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *